Laporan Analisis Pasar Forex

Tanggal: 17 Februari 2025

1. Kejadian/Berita Berdampak Tinggi dalam 24 Jam Terakhir

  • Pernyataan Gubernur Bank Sentral China tentang Stabilitas Yuan
    Pada konferensi di Arab Saudi, Gubernur Bank Sentral China, Pan Gongsheng, menekankan pentingnya stabilitas yuan bagi kestabilan finansial global. Meskipun terjadi volatilitas pasar dan apresiasi dolar AS, yuan tetap stabil. China berkomitmen membiarkan mekanisme pasar menentukan nilai tukar dan akan mengadopsi kebijakan fiskal proaktif serta kebijakan moneter akomodatif untuk mendorong konsumsi domestik.

     

  • Penguatan Yen Didukung oleh Pertumbuhan GDP Jepang
    Pasar saham Asia mengalami kenaikan moderat, dengan sektor teknologi Hong Kong memimpin. Pertumbuhan ekonomi Jepang sebesar 2,8% tahunan pada kuartal keempat meningkatkan nilai yen. Fokus geopolitik tertuju pada pembicaraan Rusia-Ukraina yang akan datang di Arab Saudi.

     

2. Contoh Historis dari Kejadian Serupa

  • Stabilitas Yuan dan Dampaknya pada Pasar
    Pada tahun 2019, ketika China mempertahankan stabilitas yuan di tengah perang dagang dengan AS, pasangan mata uang USD/CNY menunjukkan volatilitas terbatas, sementara mata uang Asia lainnya seperti KRW dan SGD mengalami fluktuasi lebih besar.

  • Pertumbuhan GDP Jepang dan Penguatan Yen
    Pada kuartal kedua 2023, Jepang melaporkan pertumbuhan GDP sebesar 2,5% tahunan, yang mengakibatkan penguatan yen terhadap dolar AS sebesar 1,2% dalam seminggu setelah rilis data tersebut.

3. Prediksi Dampak Kejadian Terkini

  • Stabilitas Yuan
    Komitmen China terhadap stabilitas yuan kemungkinan akan menjaga volatilitas pasangan USD/CNY tetap rendah. Namun, mata uang regional lainnya mungkin mengalami peningkatan volatilitas tergantung pada perkembangan ekonomi global dan kebijakan perdagangan.

  • Penguatan Yen
    Pertumbuhan GDP Jepang yang lebih tinggi dari ekspektasi dapat mendorong penguatan yen lebih lanjut. Pasangan USD/JPY berpotensi bergerak menuju level support berikutnya, dengan investor mencari aset safe haven di tengah ketidakpastian global.

4. Jadwal Kejadian Berdampak Tinggi dalam 24 Jam ke Depan

  • Rilis Data GDP Jepang (Kuartal IV 2024)

    • Waktu Rilis: 17 Februari 2025, 10:00 WIB
    • Data Historis: Pertumbuhan 2,8% tahunan pada kuartal sebelumnya
    • Ekspektasi: Pertumbuhan 1,0% tahunan
    • Prediksi: Jika data aktual melebihi ekspektasi, kemungkinan akan berdampak bullish pada JPY dengan probabilitas akurasi sekitar 70%.
  • Pembicaraan Rusia-Ukraina di Arab Saudi

    • Waktu: 17-18 Februari 2025
    • Konteks: Upaya diplomatik untuk mengurangi ketegangan geopolitik
    • Prediksi: Kemajuan positif dalam pembicaraan dapat meningkatkan sentimen risiko global, berdampak bullish pada aset berisiko seperti saham dan mata uang komoditas (AUD, CAD) dengan probabilitas akurasi sekitar 60%.


1. Tren Harga & Sentimen Pasar

  • Daily (D1): Harga terakhir di 151.519. Tren cenderung bearish karena harga berada di bawah beberapa MA utama.
  • 4-Hour (H4): Tren bearish, harga terus melemah dan berada di bawah MA20 dan MA30.
  • 1-Hour (H1): Tren bearish, dengan pelemahan harga secara bertahap.

2. Level-Level Kunci

  • Support: 151.50, 151.00, 150.50
  • Resistance: 152.00, 152.50, 153.00
  • Fibonacci Retracement (D1): Harga berada di sekitar level 38.2% dari penurunan sebelumnya.

3. Indikator Teknis

  • Moving Averages (MA)
    • MA5, MA10, MA20 mengarah turun → Bearish
    • MA60 dan MA120 masih di atas harga → Bearish
  • RSI (14)
    • D1: 11.94 (oversold)
    • H4: 1.52 (oversold)
    • H1: 5.01 (oversold)
  • MACD (12,26,9)
    • D1, H4, H1: Histogram negatif, sinyal bearish kuat.
  • Bollinger Bands (20)
    • D1: Harga di bawah lower band → Potensi rebound kecil.
    • H4, H1: Harga dekat lower band → Sentimen masih bearish.
  • Stochastic RSI (14)
    • D1, H4, H1: Nilai sangat rendah (<20), menandakan kondisi oversold.
  • ATR (14)
    • D1: 1.32 (Volatilitas rendah)
    • H4: 0.51 (Volatilitas sedang)
    • H1: 0.20 (Volatilitas rendah)
  • CCI (14)
    • D1: -59 (lemah)
    • H4: -86 (oversold)
    • H1: -104 (oversold)

4. Analisis Fundamental

  • Inflasi AS (CPI): Masih dalam tren tinggi, mendukung penguatan USD.
  • Suku Bunga Fed: Sentimen hawkish mendukung USD, tetapi pasar masih dalam fase koreksi.
  • Geopolitical Events: Tidak ada risiko besar yang mempengaruhi pasangan ini saat ini.
  • Sentimen Pasar: Pasar sedang mencari titik bottom, kemungkinan terjadi rebound jangka pendek.

5. Rekomendasi Trading

Arah Pasar: BUY (Rebound Jangka Pendek)

  • Entry Point: 151.50 (Dekat support kuat)
  • Stop Loss: 151.00 (Di bawah support)
  • Take Profit: 152.50 (Resistance terdekat)
  • Win Rate Probability: 65% (Didukung indikator oversold & potensi rebound)

🚨 Catatan: Tren utama masih bearish, jadi trade ini lebih ke spekulasi rebound jangka pendek. Jika harga gagal bertahan di atas 151.50, tren bearish bisa berlanjut.