Laporan Analisis Pasar Forex
Tanggal: 17 Maret 2025
1. Identifikasi Kejadian/Berita Berdampak Tinggi dalam 24 Jam Terakhir:
-
Serangan Militer AS terhadap Houthi di Yaman: Pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap pemberontak Houthi di Yaman, menargetkan rute pengiriman di Laut Merah. Operasi ini menyebabkan setidaknya 31 korban jiwa dan lebih dari 100 luka-luka, kebanyakan wanita dan anak-anak. Trump juga mengeluarkan peringatan keras kepada Iran, pendukung utama Houthi, untuk menghentikan dukungannya.
-
Kebakaran di Klub Malam Makedonia Utara: Kebakaran di klub malam "Pulse" di Kocani, Makedonia Utara, menewaskan 59 orang dan melukai lebih dari 150 lainnya. Kebakaran dipicu oleh kembang api selama pertunjukan band live, menyebabkan evakuasi panik. Pihak berwenang menahan sekitar 20 individu, termasuk pejabat pemerintah dan manajer klub, karena dugaan korupsi terkait operasi klub tanpa lisensi yang tepat.
-
Lanjutan Serangan Udara antara Rusia dan Ukraina: Rusia dan Ukraina melanjutkan serangan udara satu sama lain, menyebabkan cedera dan kerusakan di tengah prospek gencatan senjata yang tidak pasti. Meskipun Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan dukungan bersyarat untuk gencatan senjata 30 hari yang diusulkan, permusuhan terus berlanjut. Rusia meningkatkan upayanya untuk mengusir pasukan Ukraina dari wilayah Kursk di Rusia barat.
2. Contoh Historis dari Kejadian Serupa dan Dampaknya terhadap Pasar:
-
Serangan Militer AS di Timur Tengah: Kejadian serupa, seperti serangan AS sebelumnya di Timur Tengah, sering menyebabkan peningkatan harga minyak karena kekhawatiran gangguan pasokan. Misalnya, serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi pada 2019 menyebabkan lonjakan harga minyak Brent sekitar 14% dalam satu hari.
-
Ketegangan Geopolitik antara Rusia dan Ukraina: Konflik antara Rusia dan Ukraina pada 2014 menyebabkan volatilitas signifikan di pasar forex, dengan mata uang seperti rubel Rusia (RUB) dan hryvnia Ukraina (UAH) mengalami depresiasi tajam. Selain itu, aset safe-haven seperti dolar AS (USD) dan emas (XAU) cenderung menguat selama periode ketegangan tersebut.
3. Prediksi Dampak dari Kejadian pada Poin 1:
-
Serangan Militer AS terhadap Houthi di Yaman: Kemungkinan akan menyebabkan kenaikan harga minyak karena kekhawatiran gangguan pasokan di wilayah tersebut.
-
Lanjutan Serangan Udara antara Rusia dan Ukraina: Dapat meningkatkan permintaan untuk aset safe-haven seperti USD dan emas, sementara mata uang terkait risiko mungkin melemah.
4. Daftar Kejadian Berdampak Tinggi dalam 24 Jam ke Depan:
-
Keputusan Suku Bunga Federal Reserve AS:
- Waktu Rilis: Rabu, 19 Maret 2025, 02:00 WIB.
- Data Historis dan Ekspektasi: Suku bunga saat ini di 4,25%-4,50%. Pasar mengantisipasi tidak ada perubahan suku bunga, tetapi mencari petunjuk tentang kemungkinan penurunan suku bunga di masa depan.
- Prediksi: Jika Fed mengisyaratkan penurunan suku bunga di masa depan, ini bisa bearish untuk USD dan bullish untuk pasangan seperti EUR/USD. Probabilitas akurasi: 70%.
-
Data Inflasi Inggris (CPI):
- Waktu Rilis: Selasa, 18 Maret 2025, 14:00 WIB.
- Data Historis dan Ekspektasi: CPI tahunan sebelumnya di 3,0%. Ekspektasi untuk penurunan menjadi 2,8%.
- Prediksi: Jika CPI lebih rendah dari ekspektasi, ini bisa bearish untuk GBP dan bullish untuk pasangan seperti EUR/GBP. Probabilitas akurasi: 65%.
-
Data PDB Zona Euro:
- Waktu Rilis: Selasa, 18 Maret 2025, 17:00 WIB.
- Data Historis dan Ekspektasi: Pertumbuhan PDB kuartal sebelumnya di 0,2%. Ekspektasi untuk peningkatan menjadi 0,3%.
- Prediksi: Jika PDB sesuai atau lebih tinggi dari ekspektasi, ini bisa bullish untuk EUR dan pasangan seperti EUR/USD. Probabilitas akurasi: 60%.
Catatan:
-
Prediksi di atas didasarkan pada data saat ini dan tren historis. Namun, pasar forex dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan pergerakan harga aktual dapat berbeda dari prediksi.
-
Semua waktu telah disesuaikan ke zona waktu Jakarta (WIB).
-
Sumber informasi telah dicantumkan sesuai instruksi.