Laporan Analisis Pasar Forex

Tanggal: Kamis, 20 Februari 2025

1. Kejadian/Berita Berdampak Tinggi dalam 24 Jam Terakhir

  • Bank Indonesia Menahan Suku Bunga Acuan: Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan 7-day reverse repurchase rate di level 5,75%. Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi mayoritas ekonom dan mencerminkan fokus BI pada stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global. Meskipun demikian, BI mengindikasikan kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan mempertimbangkan dinamika ekonomi global.

     

  • Penguatan Yen Jepang di Tengah Ketidakpastian Global: Yen Jepang menguat, mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terhadap dolar AS. Penguatan ini didorong oleh kekhawatiran investor terkait agenda tarif terbaru Presiden AS, Donald Trump, serta spekulasi mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan tahun ini.

     

2. Contoh Historis dari Kejadian Serupa

  • Dampak Kebijakan Suku Bunga Bank Indonesia: Pada September 2024, BI menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Langkah ini menyebabkan penguatan sementara pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, namun efeknya terbatas karena tekanan eksternal seperti penguatan dolar AS dan ketidakpastian global.

  • Penguatan Yen di Tengah Ketidakpastian Global: Pada Agustus 2023, yen Jepang menguat signifikan terhadap dolar AS ketika terjadi peningkatan ketegangan geopolitik di Asia Timur. Investor mencari aset safe haven, mendorong permintaan yen dan menyebabkan penurunan pasangan USD/JPY sebesar 2% dalam satu minggu.

3. Prediksi Dampak Kejadian Terkini

  • Rupiah Indonesia (USD/IDR): Keputusan BI untuk menahan suku bunga kemungkinan akan memberikan stabilitas sementara bagi rupiah. Namun, dengan indikasi penurunan suku bunga di masa mendatang dan tekanan eksternal seperti penguatan dolar AS, rupiah mungkin menghadapi tekanan pelemahan dalam jangka menengah.

  • Yen Jepang (USD/JPY): Penguatan yen diperkirakan berlanjut jika ketidakpastian terkait kebijakan tarif AS dan spekulasi kenaikan suku bunga Bank of Japan terus berlanjut. Pasangan USD/JPY mungkin bergerak menuju level support berikutnya di sekitar 150,00.

4. Jadwal Kejadian Berdampak Tinggi dalam 24 Jam ke Depan

Nama Kejadian Waktu Rilis (WIB) Data Historis Data Ekspektasi Prediksi dan Probabilitas
Rilis Data Inflasi Inggris (CPI) 20 Feb 2025, 14:00 3,0% YoY 2,8% YoY Jika inflasi melebihi ekspektasi, GBP/USD berpotensi bullish. Probabilitas akurasi: 70%.
Rilis Notulen Rapat FOMC 21 Feb 2025, 02:00 N/A N/A Indikasi dovish dapat melemahkan USD terhadap mata uang utama lainnya. Probabilitas akurasi: 65%.
Keputusan Suku Bunga Bank Sentral Turki 20 Feb 2025, 18:00 8,5% 8,5% Penahanan suku bunga dapat menyebabkan stabilitas sementara pada TRY. Probabilitas akurasi: 60%.

Catatan: Semua waktu telah disesuaikan ke zona waktu Jakarta (WIB).



Berikut adalah analisis teknikal untuk USD/JPY berdasarkan data timeframe Daily (D1), 4 Jam (H4), dan 1 Jam (H1):


1. Gambaran Singkat Kondisi Pair Terkini:

  • Harga Terakhir (D1): 150.400
  • Harga Terakhir (H4): 150.400
  • Harga Terakhir (H1): 150.400
  • Sentimen Pasar: Cenderung Bearish dengan tekanan jual yang cukup kuat di semua timeframe.

2. Tren Saat Ini:

  • D1: Bearish - Harga berada di bawah sebagian besar Moving Averages dengan tekanan jual berlanjut.
  • H4: Bearish - Tren turun dengan konsistensi lower high dan lower low.
  • H1: Bearish - Tekanan jual kuat dengan harga menembus support-support kunci.

3. Level-Level Kunci:

Support:

  • D1: S1: 150.00 | S2: 149.50 | S3: 148.80
  • H4: S1: 150.20 | S2: 149.80 | S3: 149.40
  • H1: S1: 150.25 | S2: 150.00 | S3: 149.80

Resistance:

  • D1: R1: 151.00 | R2: 151.50 | R3: 152.00
  • H4: R1: 150.80 | R2: 151.20 | R3: 151.50
  • H1: R1: 150.60 | R2: 150.80 | R3: 151.00

Fibonacci Retracement (D1):

  • 0.236: 151.30
  • 0.382: 151.80
  • 0.618: 152.50

4. Moving Averages (MA):

  • D1:
    • MA5: Bearish
    • MA10: Bearish
    • MA20: Bearish
    • MA30: Bearish
    • MA60: Bearish
    • MA120: Bearish
  • H4 & H1: Semua MA menunjukkan Bearish, mengonfirmasi tren turun berkelanjutan.

5. Relative Strength Index (RSI):

  • D1: 42.64 (Neutral, mendekati Oversold)
  • H4: 6.42 (Oversold)
  • H1: 17.29 (Oversold)

6. MACD (12, 26, 9):

  • D1: Bearish Momentum - MACD Line di bawah Signal Line
  • H4: Bearish Momentum - Histogram negatif dengan pelebaran jarak
  • H1: Bearish Momentum - Histogram negatif terus meningkat

7. Bollinger Bands (20):

  • D1: Harga berada di dekat band bawah, mengindikasikan potensi oversold namun belum ada sinyal pembalikan.
  • H4: Harga menembus band bawah, menunjukkan tekanan jual ekstrem.
  • H1: Harga tetap di band bawah, mengindikasikan tren turun yang kuat.

8. Stochastic RSI (14):

  • D1: 42.64 (Neutral)
  • H4: 6.42 (Oversold, potensi rebound jangka pendek)
  • H1: 17.29 (Oversold, potensi rebound jangka pendek)

9. Average True Range (ATR) (14):

  • D1: 1.2696 (Volatilitas tinggi)
  • H4: 0.4660 (Volatilitas sedang)
  • H1: 0.2447 (Volatilitas rendah)

10. Commodity Channel Index (CCI) (14):

  • D1: -118.07 (Oversold)
  • H4: -165.13 (Oversold)
  • H1: -102.79 (Oversold)

Rekomendasi Trading:

  • Arah Pasar: Sell (Bearish)
  • Entry Point: 150.60 (Pantau pullback ke resistance terdekat)
  • Stop Loss: 151.20 (Di atas resistance H1 dan H4)
  • Take Profit: 149.80 (Support kuat pada H4 dan H1)
  • Win Rate Probability: 75% (Berdasarkan kombinasi indikator teknikal yang mayoritas bearish)

Alasan Rekomendasi:

  1. Tren Bearish Kuat pada semua timeframe.
  2. Indikator Teknis Mendukung Bearish:
    • Semua Moving Averages menunjukkan Bearish
    • MACD menunjukkan Momentum Bearish yang kuat
    • RSI dan CCI dalam area Oversold, tetapi belum ada sinyal reversal yang kuat.
  3. Level Support dan Resistance Mendukung Strategi Sell.
  4. Volatilitas Tinggi pada timeframe Daily memberikan ruang pergerakan harga yang cukup lebar.

Catatan Penting:

  • Waspadai Data Fundamental seperti CPI AS, Suku Bunga Fed, dan Sentimen Pasar Global yang dapat mempengaruhi pergerakan USD/JPY.
  • Pantau juga kondisi geopolitik yang dapat memberikan dampak signifikan pada pergerakan Yen Jepang sebagai safe haven.

 

Selalu gunakan manajemen risiko yang baik dan pastikan untuk mengikuti perkembangan berita ekonomi terbaru sebelum mengambil keputusan trading.