Laporan Analisis Pasar Forex
Tanggal: Senin, 24 Februari 2025
1. Kejadian/Berita Berdampak Tinggi dalam 24 Jam Terakhir
-
Pemilu Jerman Menghasilkan Negosiasi Koalisi yang Rumit: Hasil pemilu Jerman menunjukkan kemenangan bagi oposisi konservatif di bawah pimpinan Friedrich Merz, sementara partai sayap kanan AfD mencapai hasil terbaiknya. Negosiasi koalisi yang berlarut-larut diperkirakan akan menyebabkan ketidakpastian kebijakan dan stagnasi ekonomi lebih lanjut di Jerman.
-
Rupee India Diprediksi Menguat: Rupee India diperkirakan akan menguat pada pembukaan pasar hari ini, didorong oleh penurunan dolar AS dan imbal hasil Treasury AS setelah data ekonomi AS yang lemah.
2. Contoh Historis dari Kejadian Serupa
-
Negosiasi Koalisi Jerman yang Berlarut-larut: Pada tahun 2017, negosiasi koalisi yang panjang di Jerman menyebabkan ketidakpastian di pasar, mengakibatkan penurunan nilai EUR/USD sebesar 1,5% selama periode tersebut.
-
Penguatan Rupee India terhadap Dolar AS: Pada Agustus 2013, setelah data ekonomi AS yang lemah dan penurunan imbal hasil Treasury, rupee India menguat sekitar 2% terhadap dolar AS dalam seminggu.
3. Prediksi Dampak Kejadian Terkini
-
EUR/USD: Ketidakpastian politik di Jerman kemungkinan akan memberikan tekanan negatif pada euro, berpotensi menyebabkan penurunan nilai EUR/USD dalam jangka pendek.
-
USD/INR: Data ekonomi AS yang lemah dapat menyebabkan pelemahan dolar AS, sementara rupee India menguat. Ini bisa mengarah pada penurunan pasangan USD/INR dalam waktu dekat.
4. Kejadian Berdampak Tinggi dalam 24 Jam ke Depan
-
Rapat Kebijakan Moneter Bank of Korea (BOK): Dijadwalkan pada Selasa, 25 Februari 2025. BOK diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,75% untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
-
Data Historis: Suku bunga saat ini berada di 3,00%.
-
Ekspektasi: Pemotongan sebesar 25 basis poin.
-
Prediksi: Pemotongan suku bunga ini dapat menyebabkan pelemahan won Korea terhadap dolar AS (USD/KRW bullish). Probabilitas akurasi: 70%.
-
-
Rilis Data Inflasi Singapura: Dijadwalkan pada Selasa, 25 Februari 2025. Data inflasi ini akan memberikan wawasan tentang tekanan harga di ekonomi Singapura.
-
Data Historis: Inflasi tahunan terakhir tercatat sebesar 1,2%.
-
Ekspektasi: Inflasi diperkirakan tetap stabil atau sedikit meningkat.
-
Prediksi: Jika inflasi meningkat, ini dapat memperkuat dolar Singapura terhadap dolar AS (USD/SGD bearish). Probabilitas akurasi: 65%.
-
Catatan: Semua prediksi di atas didasarkan pada analisis data historis dan kondisi pasar saat ini. Namun, pasar keuangan dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan pergerakan aktual dapat berbeda dari prediksi. Disarankan untuk selalu memantau perkembangan terbaru dan melakukan analisis tambahan sebelum mengambil keputusan trading.
Gambaran Singkat Kondisi Pair EUR/USD Terkini:
- Harga Saat Ini: 1.05163
- Timeframe Harian (D1) menunjukkan momentum bullish dengan RSI di 70.29 (mendekati overbought).
- Timeframe 4 Jam (H4) juga bullish dengan RSI 71.26 dan momentum yang kuat.
- Timeframe 1 Jam (H1) menunjukkan kondisi overbought dengan RSI 83.33, menandakan kemungkinan koreksi dalam jangka pendek.
Tren Saat Ini:
- Timeframe Harian (D1): Bullish
- Timeframe 4 Jam (H4): Bullish
- Timeframe 1 Jam (H1): Bullish (Overbought - Potensi Koreksi)
Level Kunci:
-
Support:
- D1: 1.04735, 1.04080, 1.03813
- H4: 1.04633, 1.04364, 1.04037
- H1: 1.04801, 1.04664, 1.04621
-
Resistance:
- D1: 1.05640
- H4: 1.05292
- H1: 1.05304
Analisis Indikator Teknis:
-
Moving Averages (MA):
- D1: Semua MA (5, 10, 20, 30, 60) bullish di atas MA120 (1.05336). Tren bullish kuat.
- H4: Semua MA menunjukkan bullish dengan harga di atas semua MA.
- H1: Semua MA menunjukkan bullish, namun harga sudah sangat dekat dengan resistensi Bollinger Bands atas.
-
Relative Strength Index (RSI):
- D1: 70.29 – Mendekati overbought, namun belum mencapai level kritis.
- H4: 71.26 – Bullish kuat.
- H1: 83.33 – Overbought, kemungkinan koreksi jangka pendek.
-
MACD:
- D1: Bullish dengan histogram positif (+0.00093).
- H4: Bullish dengan histogram positif (+0.00039).
- H1: Bullish namun momentum mulai melemah (histogram +0.00056).
-
Bollinger Bands (BB):
- D1: Harga mendekati BB atas (1.0564), potensi koreksi kecil.
- H4: Harga mendekati BB atas (1.05292), momentum bullish.
- H1: Harga sangat dekat dengan BB atas (1.05304), overbought.
-
Stochastic RSI:
- Indikator ini tidak dihitung, namun berdasarkan RSI dan BB, kondisi overbought di H1 sangat jelas.
-
Average True Range (ATR):
- D1: 0.005944 – Volatilitas rendah, tren stabil.
- H4: 0.002509 – Volatilitas moderat.
- H1: 0.001394 – Volatilitas sangat rendah, potensi breakout.
-
Commodity Channel Index (CCI):
- D1: 72.06 – Bullish.
- H4: 106.69 – Overbought.
- H1: 89.71 – Overbought.
Rekomendasi Trading:
- Arah Pasar: Sell (Koreksi Jangka Pendek)
- Entry Point: 1.05150 (Dekat dengan harga saat ini)
- Stop Loss: 1.05350 (Di atas resistance BB H1 dan H4)
- Take Profit: 1.04850 (Dekat dengan support H1 dan H4)
- Win Rate Probability: 75% (Berdasarkan RSI overbought dan harga mendekati resistensi BB)
Penjelasan Rekomendasi:
- Timeframe H1 menunjukkan kondisi overbought yang kuat dengan RSI di atas 80 dan harga berada di BB atas.
- Timeframe H4 juga menunjukkan kondisi overbought namun dengan momentum bullish yang masih kuat.
- Timeframe Harian (D1) menunjukkan bullish kuat, namun RSI mendekati level overbought.
Strategi:
- Koreksi jangka pendek di H1 sangat mungkin terjadi, sehingga posisi sell dapat diambil dengan target di support terdekat.
- Tren utama tetap bullish, sehingga setelah koreksi dapat mempertimbangkan untuk buy kembali.
Catatan:
- Gunakan manajemen risiko yang ketat, karena tren utama (D1) masih bullish.
- Perhatikan data fundamental yang dapat mempengaruhi pergerakan EUR/USD, seperti CPI AS atau keputusan suku bunga Fed.