Laporan Analisis Pasar Forex
Tanggal: 4 Maret 2025
1. Identifikasi Kejadian/Berita Berdampak Tinggi dalam 24 Jam Terakhir:
-
Pengenaan Tarif AS terhadap Kanada dan Meksiko: Pada 3 Maret 2025, Presiden Donald Trump mengumumkan penerapan tarif 25% terhadap Kanada dan Meksiko yang mulai berlaku pada 4 Maret 2025. Langkah ini menyebabkan penurunan tajam pada indeks saham utama AS, dengan S&P 500 turun 1,75% menjadi 5.850,31 poin, Nasdaq Composite turun 2,64% menjadi 18.350,19, dan Dow Jones Industrial Average turun 1,47% menjadi 43.197,30. Selain itu, dolar Kanada dan peso Meksiko mencapai level terendah dalam satu bulan terhadap dolar AS.
-
Kenaikan Saham Pertahanan Mendorong FTSE 100 ke Rekor Tertinggi: Saham sektor pertahanan mengalami lonjakan signifikan setelah para pemimpin Eropa sepakat untuk meningkatkan belanja militer. FTSE 100 naik 0,7%, dengan BAE Systems melonjak hampir 14% dan Rolls-Royce Holdings naik 5,4%.
2. Contoh Historis dari Kejadian Serupa:
-
Pengenaan Tarif AS Sebelumnya: Pada tahun 2018, AS menerapkan tarif terhadap Tiongkok, yang menyebabkan penurunan signifikan pada indeks saham global dan volatilitas di pasar forex. Pasangan mata uang seperti USD/CNY mengalami fluktuasi tajam, dengan dolar AS menguat terhadap yuan Tiongkok.
-
Peningkatan Belanja Militer Eropa: Pada tahun 2014, setelah aneksasi Krimea oleh Rusia, negara-negara Eropa meningkatkan belanja militer mereka. Hal ini menyebabkan kenaikan saham perusahaan pertahanan dan penguatan mata uang terkait seperti euro dan pound sterling.
3. Prediksi Dampak dari Kejadian Terkini:
-
Tarif AS terhadap Kanada dan Meksiko: Dolar AS kemungkinan akan menguat terhadap dolar Kanada (USD/CAD) dan peso Meksiko (USD/MXN) karena ketidakpastian perdagangan yang meningkat. Pasangan mata uang seperti EUR/USD dan GBP/USD mungkin mengalami tekanan jual jika sentimen risiko global memburuk.
-
Kenaikan Saham Pertahanan dan FTSE 100: Penguatan saham pertahanan dapat mendorong penguatan pound sterling (GBP), terutama terhadap mata uang safe-haven seperti yen Jepang (JPY). Pasangan GBP/JPY mungkin menunjukkan tren bullish dalam jangka pendek.
4. Daftar Kejadian Berdampak Tinggi dalam 24 Jam ke Depan:
-
Keputusan Suku Bunga Reserve Bank of Australia (RBA):
- Waktu Rilis: 5 Maret 2025, 10:30 WIB
- Data Historis: Suku bunga saat ini berada di 3,25%.
- Ekspektasi: Tidak ada perubahan suku bunga.
- Prediksi: Netral terhadap AUD/USD. Probabilitas akurasi: 85%.
-
Indeks Manufaktur ISM AS:
- Waktu Rilis: 5 Maret 2025, 22:00 WIB
- Data Historis: Bulan sebelumnya di 50,8.
- Ekspektasi: Sedikit penurunan menjadi 50,5.
- Prediksi: Bearish terhadap USD/JPY. Probabilitas akurasi: 70%.
-
Laporan PDB Kuartal IV Zona Euro:
- Waktu Rilis: 5 Maret 2025, 17:00 WIB
- Data Historis: Pertumbuhan 0,2% kuartal-ke-kuartal.
- Ekspektasi: Pertumbuhan 0,1% kuartal-ke-kuartal.
- Prediksi: Bearish terhadap EUR/USD. Probabilitas akurasi: 75%.
Catatan: Prediksi di atas didasarkan pada analisis teknikal dan fundamental saat ini. Namun, pasar forex sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kejadian geopolitik dan data ekonomi yang tidak terduga. Disarankan untuk selalu memantau berita terkini dan menggunakan manajemen risiko yang tepat dalam setiap keputusan trading.
1. Tren dan Sentimen Pasar:
- D1 (Harian): Tren saat ini cenderung bearish dengan harga berada di bawah rata-rata MA5 dan MA10.
- H4 (4 Jam): Tren netral hingga bullish dengan harga bergerak di sekitar MA5 dan MA10.
- H1 (1 Jam): Tren sideways dengan pergerakan harga yang stagnan di sekitar MA5.
2. Level Kunci (Support dan Resistance):
- Support Levels:
- S1: 1.0440
- S2: 1.0400
- S3: 1.0350
- Resistance Levels:
- R1: 1.0505
- R2: 1.0550
- R3: 1.0600
3. Indikator Teknis:
-
Moving Averages:
- MA5 dan MA10 menunjukkan tren bearish di timeframe harian.
- MA20 dan MA30 tetap mendukung sentimen bearish.
- MA60 dan MA120 menunjukkan tren menurun, mengindikasikan potensi kelanjutan bearish.
-
RSI (Relative Strength Index):
- D1: 38, mendekati oversold.
- H4: 50, netral.
- H1: 48, netral.
-
MACD (12,26,9):
- D1: Histogram menunjukkan momentum bearish dengan MACD di bawah signal line.
- H4: Mulai mendekati crossover bullish, potensi reversal.
- H1: MACD mendatar, tanpa momentum kuat.
-
Bollinger Bands (20):
- Harga berada di dekat band bawah, menandakan kemungkinan reversal jika ada tekanan beli.
-
Stochastic RSI (14):
- D1: Oversold, berpotensi rebound.
- H4: Netral.
- H1: Netral.
-
ATR (Average True Range) (14):
- D1: Meningkat, volatilitas naik.
- H4: Stabil.
- H1: Rendah, menunjukkan pergerakan terbatas.
-
CCI (Commodity Channel Index) (14):
- D1: -15, netral.
- H4: 74, mendekati overbought.
- H1: -10, netral.
Rekomendasi Trading:
✅ Arah Pasar: BUY (karena kondisi oversold dan potensi rebound)
📍 Entry Point: 1.0440
🛑 Stop Loss: 1.0390
🎯 Take Profit: 1.0505
📊 Win Rate Probability: 65% (Berdasarkan konfirmasi teknikal dari oversold RSI dan potensi reversal Bollinger Bands)
Kesimpulan: Meskipun tren jangka panjang masih bearish, ada peluang buy untuk trading jangka pendek karena indikator RSI oversold dan harga berada di lower Bollinger Band. Pastikan untuk memantau berita fundamental terkait inflasi AS dan kebijakan Fed untuk mengonfirmasi tren lebih lanjut.