Pada awal bulan April 2024, pasangan mata uang EUR/USD mengalami tekanan jual yang cukup signifikan. Situasi ini muncul di tengah melemahnya sentimen risiko global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik serta kebijakan moneter di Amerika Serikat. Pasar sedang memperhatikan Hari Pembebasan (Liberation Day) yang akan segera tiba, dan para trader bersikap hati-hati terhadap pergerakan besar yang mungkin terjadi.

Kondisi Makroekonomi dan Dolar AS yang Menguat

Performa Dolar AS tetap solid di tengah ketidakpastian global dan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menunda pemangkasan suku bunga. Data ekonomi AS, seperti inflasi dan angka tenaga kerja, tetap kuat, sehingga menjaga ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.

Akibatnya, Euro melemah terhadap Dolar AS. EUR/USD diperdagangkan lebih rendah mendekati zona support penting, yaitu di sekitar level 1.0730, setelah gagal mempertahankan level 1.0800 sebelumnya.

Faktor Teknis Menekan Euro

Secara teknikal, EUR/USD masih menunjukkan trend bearish (tren menurun). Para penjual tampaknya masih memegang kendali pasar dan momentum penurunan masih cukup kuat. Berikut beberapa faktor teknikal penting:

  • Harga berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 100 dan 200 hari, mengindikasikan bahwa tren jangka menengah dan panjang cenderung menurun.

  • Indikator Relative Strength Index (RSI) mengarah turun dan belum menunjukkan kondisi oversold, yang berarti masih ada ruang bagi Euro untuk melemah lebih lanjut.

  • Support kritikal terlihat di kisaran 1.0720 – 1.0730, sementara resistance berikutnya berada di 1.0800.

Breakout atau Rebound?

Jika harga berhasil menembus di bawah level support 1.0730 secara konsisten dan tajam, maka EUR/USD diperkirakan akan terus terdepresiasi menuju level support berikutnya di 1.0680 bahkan ke 1.0620. Sebaliknya, jika ada katalis fundamental seperti pelemahan data AS atau sentimen risk-on dari pasar global, potensi rebound menuju 1.0800 – 1.0830 masih terbuka.

Hari Pembebasan (Liberation Day) dan Dampaknya

Hari Pembebasan yang dirayakan di beberapa negara Eropa biasanya menyebabkan penurunan likuiditas pasar karena banyak pelaku pasar yang libur atau mengurangi aktivitas trading. Dalam kondisi seperti ini:

  • Volatilitas bisa meningkat karena transaksi yang lebih sedikit membuat harga lebih mudah bergerak drastis.

  • Strategi teknikal menjadi lebih dominan karena minimnya rilis data fundamental besar.

  • Pasar cenderung lebih responsif terhadap berita geopolitik dan sentimen risiko global.

Mengingat sentimen risk-off yang menguat akibat memanasnya konflik global dan berlanjutnya ketidakpastian bank sentral, Dolar AS berpotensi tetap menjadi pilihan utama bagi investor, menekan Euro lebih jauh.

Prospek Jangka Pendek EUR/USD

Dalam jangka pendek, EUR/USD berpotensi melanjutkan penurunan apabila tidak mampu mempertahankan support di zona 1.0730. Berikut prospek teknikal dalam waktu dekat:

  • Support utama: 1.0700 – 1.0720

  • Resistance utama: 1.0800 – 1.0830

  • Level jangka menengah: 1.0680 dan kemudian 1.0600 jika tekanan downward berlanjut

Dengan momentum penurunan yang kuat, strategi sell on rally bisa menjadi opsi utama dalam kondisi teknikal saat ini. Namun, penting bagi para trader untuk tetap mewaspadai potensi reversal mendadak apabila ada perubahan tiba-tiba dalam data ekonomi AS atau keputusan kebijakan moneter Eropa.

Data dan Event Ekonomi yang Perlu Diperhatikan

Beberapa agenda penting yang akan memengaruhi pergerakan EUR/USD dalam beberapa hari ke depan antara lain:

  • Data Non-Farm Payrolls (NFP) AS

  • Pidato pejabat The Fed

  • Indeks Manufaktur Zona Euro

  • Komentar dari ECB mengenai prospek inflasi dan suku bunga

Jika data NFP menunjukkan ketahanan ekonomi AS, Dolar bisa menguat lebih lanjut dan EUR/USD cenderung semakin tertekan. Namun, jika terjadi kontradiksi antara data dan ekspektasi pasar, EUR/USD mungkin terangkat untuk sementara waktu.

Rekomendasi Untuk Trader

Trader forex disarankan untuk:

  • Memperhatikan level support dan resistance secara ketat

  • Menghindari overtrading menjelang Hari Pembebasan, karena volatilitas bisa tidak menentu

  • Gunakan pengelolaan risiko yang ketat dan bersiap terhadap perubahan tiba-tiba akibat isu geopolitik atau data makro penting

Kesimpulan

Pasangan mata uang EUR/USD masih berada dalam tekanan jual yang kuat menjelang Hari Pembebasan. Fundamental yang menguat dari sisi Dolar AS ditambah dengan tekanan teknikal membuat arah pergerakan cenderung menurun. Pasar masih memperkirakan bahwa Euro akan tetap tertekan dalam waktu dekat, apalagi jika ekspektasi suku bunga tinggi dari The Fed terus bertahan.

Namun, ketidakpastian tetap menjadi bagian dari dinamika pasar forex. Oleh karena itu, penting bagi trader untuk tetap waspada terhadap perubahan sentimen pasar dan memperbaharui strategi secara berkala sesuai perkembangan data terbaru.